Xavi: Cuma Messi yang Ada di Atas Ronaldinho

DewaSport.asiaLegenda Barcelona Xavi memuji Ronaldinho sebagai salah satu pemain terhebat di dunia akan tetapi levelnya tetap di bawah seorang Lionel Messi.

Ronaldinho seorang ‘penyihir’ di atas lapangan. Dengan skill olah bolanya yang luar biasa, ia mampu melewati lawan-lawannya dengan mudah.

Ia jago assist, jago mencetak gol, dan jago mengobrak-abrik pertahanan lawan. Yang lebih penting lagi, permainannya di atas lapangan sangat menghibur.

Ronaldinho bisa disebut sebagai salah satu legenda terbesar Brasil. Ia juga jelas masuk deretan salah satu pesepakbola terbaik di sepanjang sejarah.

Cuma Kalah dari Messi

Xavi pernah bermain bersama dengan Ronaldinho di Barcelona. Mereka bermain bersama selama lima tahun, tepatnya dari tahun 2003 hingga 2008.

Xavi pun sepakat bahwa Ronaldinho punya skill luar biasa dan layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Namun ia mengatakan pria yang sekarang berusia 40 tahun itu hanya kalah dari Lionel Messi saja.

“Ronaldinho berada di level yang terbaik, mungkin yang kurang adalah konsistensi saja,” cetusnya seperti dilansir Goal International.

“Mungkin ia kurang memiliki konsistensi untuk berada di puncaknya. Bagi saya, hanya Messi yang di atas Ronaldinho karena konsistensinya beberapa tahun terakhir,” tegas Xavi.

Terbaik Sepanjang Masa

Xavi juga menjadi saksi kelahiran seorang Lionel Messi di Barcelona. Ia juga termasuk salah satu sosok yang membimbingnya menjadi sehebat seperti sekarang ini.

Xavi pun tak ragu untuk melabeli Messi sebagai pesepakbola nomor satu di sepanjang sejarah. Sementara itu Ronaldinho, ia memasukkannya di level yang sama dengan Cristiano Ronaldo dan Ronaldo.

“Messi adalah yang terbaik dalam sejarah, tetapi Ronaldinho dengan yang terbaik. Sisanya mengikuti,” cetus Xavi.

“Ia [Ronaldinho] bersama yang terbaik – dengan Ronaldo ‘Fenomeno’, dengan Cristiano Ronaldo, Messi, grup itu,” pungkas Xavi.

Xavi sekarang menjadi pelatih di Al Sadd. Sementara itu Ronaldinho tengah mendekam di sebuah penjara di Paraguay karena kasus pemalsuan paspor.