Frank Lampard Ternyata Sempat Minta Chelsea Beli Wojciech Szczesny

bola88.funNama Wojciech Szczesny rupanya sempat masuk dalam bidikan Chelsea pada awal musim 2020/2021 lalu. Frank Lampard sendiri yang ingin kiper Juventus itu datang dan menggantikan peran Kepa Arrizabalaga.

Lampard diketahui tidak puas dengan aksi Kepa pada musim 2019/2020 lalu. Pada beberapa momen, dia sempat menggantikan Kepa dengan Willy Caballero. Lampard pun meminta kiper baru jelang musim baru dimulai.

Kepa sendiri datang ke Cchelsea pada awal musim 2018/2020. Dia dibeli dari Athletic Bilbao dengan harga 72 juta pounds. Sejauh ini, Kepa masih tercatat sebagai penjaga gawang paling mahal di dunia.

Mengapa Szczesny Tidak Gabung Chelsea?

Bagi Wojciech Szczesny, bermain di Premier League bukan hal asing dalam karirnya. Sebab, dia pernah membela Arsenal untuk waktu yang lama sebelum pindah ke AS Roma pada musim 2015/2016 lalu.

Dikutip dari Telegraph, Lampard sangat tertarik dengan jasa Szczesny. Lampard meminta The Blues membelinya untuk menjadi pengganti Kepa pada awal musim 2020/2021 lalu. Chelsea pun bergerak untuk membeli Szczesny.

Hanya saja, penjaga gawang asal Polandia itu menolak peluang bermain untuk Chelsea. Szczesny memilih bertahan di Juventus karena dia tidak ingin tinggal di London. Szczesny merasa nyaman tinggal di Italia.

Szczesny punya karir yang bagus di Italia. Setelah dua musim bermain untuk Roma, dia menjadi pilar Juventus empat musim terakhir. Szczesny telah meraih tiga gelar scudetto bersama Juventus.

Chelsea Dapat Edouard Mendy

Setelah gagal mendapatkan jasa Szczesny, Chelsea mengalihkan bidikan. Frank Lampard kemudian mendapatkan Edouard Mendy yang dibeli dari Rennes dengan harga 22 juta pounds.

Awalnya, banyak yang pada kualitas penjaga gawang berusia 28 tahun. Sebab, dia tidak punya reputasi yang mentereng dengan membela klub besar atau punya banyak gelar juara.

Namun, Mendy memberikan bukti bahwa dia punya kualitas yang dibutuhkan Chelsea. Mendy jadi pemain dengan performa yang paling konsisten di Chelsea, baik pada era Frank Lampard maupun ketika Thomas Tuchel menjadi manajer.