Tim Diisolasi, Arteta Positif, Apa yang Dilakukan Pemain Arsenal Sekarang?

  • xxuSeRxx
  • March 16, 2020
  • Comments Off on Tim Diisolasi, Arteta Positif, Apa yang Dilakukan Pemain Arsenal Sekarang?

bola88.funBanyak hal buruk yang menimpa Arsenal dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Salah satunya adalah sang pelatih, Mikel Arteta, dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

Tak lama setelahnya, klub memutuskan untuk mengisolasi skuat guna meminimalisir penyebaran virus tersebut. Jadi praktis, tidak ada yang bisa diperbuat oleh para pemain the Gunners pada saat ini.

Mereka juga tidak bisa melanjutkan kiprahnya di kompetisi Premier League. Atau lebih tepatnya, tidak ada tim yang bisa. Sebab penyelenggara liga memilih menunda ajang tersebut agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Lantas, apa yang dilakukan Pierre-Emerick Aubameyang dkk dalam situasi genting seperti ini? Ternyata aktivitas mereka tetap tak jauh-jauh dari sepak bola kendati sedang tidak di lapangan.

Apa yang Dilakukan Pemain Arsenal?

Reporter the Guardian, Nick Ames, membocorkan aktivitas yang dilakukan pemain Arsenal selama dalam masa isolasi. Ia mengatakan bahwa para pemain diberikan program latihan personal agar kebugarannya tetap terjaga.

“Arsenal melakukan yang terbaik untuk mempertahankan beberapa struktur dalam masa isolasi diri dan penutupan klub,” tulis Ames melalui media sosial Twitter miliknya.

Pemain telah diberikan program latihan personal; beberapa sudah memiliki gym dan perlengkapan di rumah sedangkan yang lainnya menerima perlengkapan untuk menyesuaikan diri dengan rencananya,” lanjutnya.

Arteta Baik-baik Saja

Arteta sendiri tidak mengalami masalah berarti semenjak dinyatakan positif mengidap virus Corona. Bahkan kata sang istri, Lorena Bernal, pria berdarah Spanyol itu tak berhenti bekerja kendati sedang melakukan isolasi diri.

“Suami saya baik-baik saja. Benar bahwa dia mengalami gejala virus itu, tapi gejalanya tidak pernah menghentikan dirinya dari bekerja dalam situasi yang normal,” ujarnya.

“Ternyata virusnya tidak mematikan. Mungkin iya buat beberapa orang tertentu tapi mayoritas bisa melewatinya dengan gejala yang ringan,” tandasnya.

[embedded content]