Zinedine Zidane Boleh Dimaafkan Meski Real Madrid Puasa Gelar 2 Musim

bola88.funKontribusi Zinedine Zidane kepada Real Madrid dirasa sudah begitu besar. Sehingga eks pemain Los Merengues, Ruben De La Red, merasa kalau pria asal Prancis itu boleh dimaafkan kendati gagal menyumbang trofi selama dua musim.

Karir kepelatihan Zidane di Real Madrid dimulai pada tahun 2016 usai dipromosikan dari tim Castilla untuk menggantikan Rafael Benitez. Sejak itu, ia berhasil mempersembahkan total 11 gelar dari berbagai kompetisi.

Saking pentingnya, Madrid sampai harus menunjuk Zidane kembali sebagai pelatih selang beberapa bulan setelah sang pelatih memutuskan cabut di tahun 2018. Trofi terakhir yang ia persembahkan datang dari La Liga musim kemarin.

Sayang, musim ini, Real Madrid sepertinya harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka akan puasa gelar. Pasalnya mereka gagal menjuarai Supercopa de Espana, tersingkir dari Copa del Rey, dan berada di posisi ketiga La Liga.

Zidane Harusnya Bisa Dimaafkan

Asa Real Madrid untuk menjuarai Liga Champions musim ini masih tetap ada. Kendati demikian, publik meragukan kans Karim Benzema dkk keluar sebagai juara karena performa tim belakangan ini sangat inkonsisten.

Tidak heran kalau Zidane dirundung isu pemecatan di sepanjang musim 2020/21. De La Red, yang pernah menjadi rekan setimnya sewaktu masih aktif bermain di Real Madrid, sampai harus memberikan pembelaan.

“Dalam lima tahun, dia telah memenangkan tiga trofi Liga Champions dan dua gelar liga. Pada akhirnya, anda punya kredit yang cukup untuk waktu panjang. Dia harusnya bisa bertahan selama dua hingga tiga tahun tanpa mendapatkan apapun,” katanya kepada Goal International.

Harus Realistis

De La Red merasa bahwa Real Madrid memang pantas untuk mengalami puasa gelar. Selain dikarenakan mereka harus kehilangan sejumlah pemain penting yang cedera, Real Madrid juga tidak merekrut pemain baru di musim panas lalu.

Pandemi Covid-19 nampaknya benar-benar memukul Real Madrid secara telak. Hanya Martin Odegaard yang berhasil mereka datangkan di musim panas kemarin, itupun sang pemain terhitung ‘pulang’ dari masa pinjamannya.

“Anda harus menganalisa situasinya. Anda tidak bisa meminta Zidane untuk menjadi pemenang liga ataupun Liga Champions dengan cedera yang ia miliki dan menjalani dua tahun tanpa merekrut siapapun. Mari bersikap realistis,” pungkasnya.

Sialnya lagi, Odegaard yang menjadi satu-satunya pemain anyar Real Madrid di musim panas lalu telah meninggalkan Santiago Bernabeu. Ia kembali menjalani masa pinjaman bersama Arsenal hingga akhir musim 2020/21.